Gencarkan Rumah Tahan Gempa di Indonesia

Koran SINDO, Jurnalis
Minggu 15 Januari 2017 11:41 WIB
(Foto: Koran Sindo)
Share :

Tantangan pemasyarakatan rumah tahan gempa di Indonesia sesuai konstruksi SNI ada pada selera konsumen yang lebih mendambakan rumah murah dengan bentuk dan artistik menawan. Akhirnya keinginan mengalahkan kebutuhan. Pengembang perumahanpunmengikutipermintaan pasar. Terlebih spek konstruksi rumah tahan gempa tidak murah lantaran terkait dengan kualitas material. “Barangkali pemerintah bisa mengawalnya dari regulasi yang diaplikasikan secara tegas di lapangan,” kata Nanang yang mengaku gencar menggelar sosialisasi rumah tahan gempa kepada kalangan pengembang.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengaku konsep rumah tahan gempa belum populer di kalangan pengembang meski sangat penting dijalankan. Karena itu, dia mendukung penegasan dari sisi regulasi oleh pemerintah. Dengan ada regulasi, pengembang otomatis terikat aturan dan didorong untuk memenuhikebutuhanrumahtahan gempa paling tidak di daerah rawan gempa. “Memang tidak semudah membangun rumah biasa karena spek bangunan, mutu, dan teknologinya khusus. Tapi, kami siap mengikuti standar seperti apa nanti, termasuk kalkulasi ulang dari segi bisnis,” ungkap Junaidi.

Hal senada dikatakan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata. Menurut dia, memang sudah saatnya ada standardisasi bangunan tahan gempa. Tidak hanya untuk bangunan besar, tapi juga untuk bangunan rendah seperti rumah, ruko, dansejenisnya.

“Pengembangbangunan tinggi tentu sudah memperhitungkan ketahanan atas gempa pada skala tertentu. Sekarang harus dimulai untuk bangunan rendah,” ujarnya. Secara organisasi, lanjut Soelaeman, REI belum secara resmi memberlakukan aturanaturan bangunan tahan gempa.

(Widi Agustian)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya