YOGYAKARTA - Kualitas tenaga kerja Indonesia masih memprihatinkan. Dari 123 juta tenaga kerja di Indonesia, 53 juta di antaranya hanya merupakan lulusan sekolah dasar (SD).
Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Agus Susanto mengatakan, peningkatan kemampuan tenaga kerja Indonesia sangat penting. Salah satu tujuannya agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing, khususnya di tengah ekosistem digital.
Menurut dia, tingkat pendidikan tenaga kerja Indonesia saat ini cukup rendah. Padahal, untuk meraih peluang yang ditawarkan melalui momentum pertumbuhan ekonomi saat ini, Indonesia memerlukan tenaga kerja yang berkualitas.
”Tenaga kerja Indonesia saat ini 123 juta.Dari jumlah itu yang tingkat pendidikannya SD ke bawah mencapai 53 juta. Yang lulus sarjana kecil sekali, hanya 6,7 %,” katanya di Yogyakarta, kemarin. Menurut dia, BPJS TK memiliki peran dalam upaya peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia.
Salah satunnya memberikan perlindungan jaminan sosial kepada seluruh tenaga kerja di Indonesia. ”BPJS Ketenagakerjaan terus menciptakan inovasi sosial untuk memperluas cakupan peserta di tahun 2017,” imbuhnya.