"Jadi kami, cara pembangunannya dengan build operation transfer (BOT). Calon investor dalam negeri banyak sekali yang antusias. Mungkin infrastrukturnya kami akan fasilitasi untuk dibangun, tapi untuk yang lainnya akan dilakukan oleh investor," jelasnya.
Menurutnya, dengan adanya CCT ini akan ikut memperkecil biaya pengembangan kilang Bontang. Karena CCT juga dapat menampung hasil minyak mentah dari sana.
"Jarak dari Lawe-lawe kalau ke Bontang lewat jalan umum 300 KM, kita kan enggak lewat jalan itu, kita lewat jalur khusus. Jarak sekitar 80-100 KM. Kalau bisa dipipanisasi dari Lawe-lawe ke Bontang, mungkin untuk project GRR Bontang tidak perlu bangun tangki crude yang jumlahnya besar di Bontang," jelas dia.
Namun, ia menambahkan, proyek tersebut tidak selamanya menjadi milik investor, tapi setelah 20 tahun akan diambil alih kembali oleh Pertamina. "Setelah 15 atau 20 tahun diserahkan ke Pertamina, selama periode itu kita membayar semacam biaya operasionalnya saja," tukasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)