BANDUNG – PT Dirgantara Indonesia menyerahkan ekor dan rangka utama (Rear Fuselage) Helikopter H225 ke-50 kepada Airbus Helicopter. Kerja sama industri dirgantara antara Airbus Helicopters dan PTDI ini merupakan perjanjian yang sudah berlangsung lebih dari empat dekade lalu.
Rangka utama yang diserahkan PT DI itu terdiri dari ekor (tailboom) dan badan (fuselage) helikopter H225 (civil)/H225M (military). Dirut PTDI Budi Santoso mengatakan, pengiriman fuselage dan tailboom helikopter H225/H225M dari PTDI untuk Airbus Helikopter di Prancis merupakan kerja sama PTDI dengan Airbus Helicopters dalam pengembangan kedirgantaraan yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.
Dia menyebutkan, PTDI menjadi global supply chain tailboom dan fuselage untuk Airbus Helicopters. Bahkan, PTDI menjadi pemasok utama (single source) untuk tailboom dan pemasok fuselage helikopter EC725/H225M di dunia selain Spanyol.
“Nilai kerja sama pembuatan dua unit tailboom senilai USD88.000 atau USD44.000 per unitnya dan satu unit fuselage senilai USD385.000. Helikopter H225/H225M yang sebelumya dikenal dengan nama C225/EC725 merupakan helikopter generasi baru dari helikopter NAS332 Super Puma,” katanya di sela-sela acara Serah Terima Tailboom ke-50 Helikopter H225 di Hanggar Assembly.
Sejauh ini, PTDI telah mengerjakan pesanan fuselage dalam jangka waktu 10 minggu. Sehingga dalam jangka waktu 2,5 bulan. PT DI mampu mengirimkan 1 fuselage terintegrasi ke Prancis. Sedangkan untuk tailboom dapat dikerjakan setiap 3 minggu sekali.