Airbus Terima Rangka Utama H225 dari PTDI

Koran SINDO, Jurnalis
Kamis 16 Maret 2017 10:58 WIB
Foto: Koran Sindo
Share :

BANDUNG – PT Dirgantara Indonesia menyerahkan ekor dan rangka utama (Rear Fuselage) Helikopter H225 ke-50 kepada Airbus Helicopter. Kerja sama industri dirgantara antara Airbus Helicopters dan PTDI ini merupakan perjanjian yang sudah berlangsung lebih dari empat dekade lalu.

Rangka utama yang diserahkan PT DI itu terdiri dari ekor (tailboom) dan badan (fuselage) helikopter H225 (civil)/H225M (military). Dirut PTDI Budi Santoso mengatakan, pengiriman fuselage dan tailboom helikopter H225/H225M dari PTDI untuk Airbus Helikopter di Prancis merupakan kerja sama PTDI dengan Airbus Helicopters dalam pengembangan kedirgantaraan yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.

Dia menyebutkan, PTDI menjadi global supply chain tailboom dan fuselage untuk Airbus Helicopters. Bahkan, PTDI menjadi pemasok utama (single source) untuk tailboom dan pemasok fuselage helikopter EC725/H225M di dunia selain Spanyol.

“Nilai kerja sama pembuatan dua unit tailboom senilai USD88.000 atau USD44.000 per unitnya dan satu unit fuselage senilai USD385.000. Helikopter H225/H225M yang sebelumya dikenal dengan nama C225/EC725 merupakan helikopter generasi baru dari helikopter NAS332 Super Puma,” katanya di sela-sela acara Serah Terima Tailboom ke-50 Helikopter H225 di Hanggar Assembly.

Sejauh ini, PTDI telah mengerjakan pesanan fuselage dalam jangka waktu 10 minggu. Sehingga dalam jangka waktu 2,5 bulan. PT DI mampu mengirimkan 1 fuselage terintegrasi ke Prancis. Sedangkan untuk tailboom dapat dikerjakan setiap 3 minggu sekali.

Berdasarkan kontrak, kata Budi, PTDI akan memasok 125 fuselage dan 125 tailboom untuk helikopter H225/H225M dalam jangka waktu antara 10-16 tahun. Sebelum mampu menyerahkan badan helikopter H225/ H225M secara terasembli, PTDI telah menyerahkan 49 unit tailboom dan 5 unit fuselage.

“Hubungan manufaktur yang kuat ini telah memperlihatkan perkembangannya yang pesat dalam hal industrialisasi produksi komponen penting di Indonesia. Kami akan melakukan kerja sama untuk pembuatan 125 shipsets di program MK2 yang seluruhnya dikerjakan oleh karyawan PTDI,” tambah Budi.

Menurutnya, proses awal ketika raw material dibentuk menjadi single part di Divisi Detail Part Manufacture Direktorat Produksi dimulai dari Kawasan Produksi (KP) II PTDI. Setelah itu masih di kawasan sama juga dibuat komponen bagian Machining yang kedua, proses tersebut akan di assembly di hanggar nal assembly_helikopter H225/H225M Kawasan Produksi (KP) IV PTDI.

Untuk pengirimannya, kata Budi, Fuselage dikirimkan ke pabrik Airbus Helikopter di Prancis melalui proses shipping dengan waktu pengiriman selama 5 minggu. Proses persiapan pengiriman dilakukan dengan cara membungkus bagian fuselage helikopter dengan menggunakan alumunium foil yang telah direkatkan menggunakan sealer yang kemudian dimasukkan ke dalam kontainer, hal ini pun dilakukan untuk mencegah korosi air laut selama proses pengiriman.

“Setelah tiba,fuselage akan diintegrasikan dan dilengkapi dengan engine serta sistem terbang. Helikopter tersebut akan dikirimkan untuk customer di lebih dari 15 negara di dunia,” tandasnya.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
bus
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya