Namun bukan pelaku bisnis namanya ‘jika tidak berpikir kreatif’. Saat ini ada beberapa pelaku bisnis di Jogja yang mengubah nama proyek apartemennya menjadi Mess Mahasiswa. Konsep ini memiliki beberapa keuntungan.
Pertama, pelaku bisa bekerjasama dengan pihak kampus dengan memanfaatkan lahan yang dimiliki oleh kampus untuk membangun Mess Mahasiswa (nama lain dari apartemen). Kedua, pihak pengembang tidak perlu melakukan sosialisasi karena konsepnya adalah mess mahasiswa dengan ketinggian sekitar 7 lantai.
Ketiga, pengembang akan mudah mendapatkan captive market karena sasarannya jelas para mahasiswa yang menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Konsep seperti ini sukses dikembangkan di beberapa kampus seperti Universitas Gajah Mada, Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY).
Sementara menyangkut keterbatasan masalah kuota perizinan, langkah yang biasa dilakukan oleh pelaku bisnis adalah mencoba mengecek terlebih dahulu kuota perizinan yang ada disebuah kabupaten. Jika memang masih tersedia, langkah selanjutnya adalah mengajukan perizinan untuk membangun unit properti yang diinginkan. (tro)
(Rani Hardjanti)