Dalam rencana pengembangannya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mendapatkan dukungan TNIAU menjadikan bandara tersebut sebagai bandara sipil.
”Bandara Adi Soemarmo ini merupakan bandara militer yang melayani penerbangan komersial sebagai bandara sipil yang melayani penerbangan sipil. Jadi, tidak ada masalah, makanya mengajukan konsep ini,” pungkas dia.
Sepanjang tahun lalu, traffic penumpang kedatangan domestik Adi Soemarmo mencapai 1,05 juta orang, naik 49% dibanding pada 2015. Sementara arus penumpang keberangkatan tumbuh 47% atau mencapai 1,05 juta penumpang.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I Israwadi mengatakan, pengembangan Bandara Adi Soemarmo sebagai aiport city membutuhkan anggaran sekitar Rp1 triliun. Anggaran tersebut termasuk memanfaatkan dana APBN dalam pengembangan stasiun kereta bandara.
(Rizkie Fauzian)