REMBANG - Pangsa pasar mebel dan hiasan rumah dari bahan akar pohon jati produksi pengrajin di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, didominasi luar negeri.
"Untuk pangsa pasar lokal masih sepi karena produk yang terkait dengan karya seni belum begitu diterima masyarakat lokal. Kalaupun ada pesanan didominasi pengusaha yang juga berbisnis mebel untuk dijual kembali," kata pengelola usaha mebel akar jati Maju Jaya Rembang Puguh Setio di Rembang, Jumat (12/5/2017).
Oleh karena itu, dia mengakui fokus penjualannya memang untuk pangsa pasar luar negeri. Sejumlah negara yang menjadi sasaran penjualan produk mebel akar jati hasil kerajinannya yakni Belanda, Jerman, serta beberapa negara lain di Eropa.
Dia mengakui, pangsa pasar Eropa memang prospektif mengingat masyarakatnya sangat meminati mebel dari akar pohon yang memiliki nilai seni tinggi.
Bahkan, lanjut dia, mebel akar pohon tidak hanya didominasi untuk pohon jati, melainkan ada yang berminat dengan mebel dari akar pohon mahoni serta sono keling.
Khusus sono keling, katanya, memiliki tekstur dan serat yang unik sehingga cukup diminati pembeli mancanegara.