JAKARTA – Perekonomian Thailand tumbuh 3,3% pada kuartal I tahun 2017. Posisi ini tertinggi dalam empat tahun terakhir. Sebagian besar pertumbuhan ekonomi Thailand didorong oleh produksi pertanian, belanja konsumen, dan pemulihan ekspor. Pencapaian tersebut merupakan kabar baik bagi sebuah negara di bawah kepemimpinan otoriter.
Di balik pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan tersebut, Forbes mencatat bahwa kekayaan 50 miliarder di Thailand berhasil naik. Nilai harta 50 orang terkaya di Thailand mencapai USD123,5 miliar atau naik 16% dari 2016. Kenaikan harga miliarder Thailand ini mengungguli kenaikan pasar saham selama 12 bulan terakhir yakni 12%.
Di peringkat pertama terdapat Brothers Chearavanont dari Charoen Pokphand Group dengan kekayaan USD21,5 miliar atau naik USD3 miliar dari 2016. Kemudian posisi dua ditempati Charoen Sirivadhanabhakdi yang berencana membangun sebuah kota senilai USD3,5 miliar di pusat Kota Bangkok.
Kekayaan Bos Redbull Chalerm Yoovidhya juga naik USD2,8 miliar dari 2016 meski penjualan Redbull pada saat itu terbilang datar. Pendiri perusahaan makanan ringan rumput laut Taokaenoi Food & Marketing Itthipat Peeradechapan jadi orang kaya termuda dalam daftar tersebut.
Namun ada juga miliarder yang kekayaannya turun. Penurunan harta terbesar dialami oleh Prasert Prasarttong-Osoth, yang turun USD600 juta. Penurunan yang mencolok termasuk saudara kandung Nijaporn Charanachitta dan Premchai Karnasuta, karena saham Italian-Thai Development turun 35% pada 2016 karena pemerintah menunda pengeluaran infrastruktur.
(kmj)
(Rani Hardjanti)