JAKARTA - Upaya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal, tampaknya mulai membuahkan hasil. Pasalnya, ada satu perusahaan PMA asal Australia yang mengutarakan niatnya untuk go public di pasar modal Indonesia.
Direktur Penilaian BEI Samsul Hidayat menyampaikan bahwa satu PMA tersebut tengah menjajaki proses untuk pelepasan saham melalui mekanisme initial public offering (IPO).
“Perusahan tersebut bergerak di bidang perdagangan dan jasa,” terangnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (5/7/2017).
Samsul merinci, bahwa perusahaan PMA tersebut merupakan entitas anak dari perusahaan di Australia. Sedangkan, induk perusahaan telah tercatat di Australia Stock Exchange (ASX). Anak usahanya di Indonesia pun telah berbadan hukum Indonesia sebagai Perusahaan Terbuka (PT). Sehingga, akan lebih memudahkan proses IPO, lantaran sudah berbentuk PT.
“Kalau dari badan hukumnya, perusahaan itu tidak terkendala,” kata dia.
Samsul optimis, bahwa upaya BEI mendorong perusahaan PMA untuk IPO akan berhasil. Berkaca dari pasar modal Malaysia yang memiliki 9-10 perusahaan PMA yang tercatat di pasar modalnya. Sementara di Singapura, ada 350 perusahaan asing yang tercatat di bursa efek Singapura.
"Thailand juga punya dan saya kira hanya Vietnam dan Indonesia yang belum punya perusahaan asing," tambah dia.
Sementara itu, sebelumnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengungkapkan ada 52 perusahaan yang beroperasi di Indonesia pada sektor Sumber Daya Alam (SDA) dan perdagangan, namun mencatatkan sahamnya (listing) di negara asal induk perusahaan. Mirisnya, Tito mengungkapkan, 50% keuntungan 52 perusahaan tersebut diperoleh di Indonesia.
(Dani Jumadil Akhir)