Seorang juru bicara Airbus mengatakan, pembatalan tersebut terkait masalah rantai pasokan. Ketika ditanya apa yang akan terjadi pada jet A350-900 yang tidak terkirim, dia mengatakan empat pesawat tersebut akan dialokasikan kembali.
Namun, beberapa analis menilai bahwa krisis politik Teluk dapat memberi maskapai ini tindakan lebih lanjut untuk memperlambat pengiriman, mengingat harga minyak yang juga relatif lemah.
"Semua maskapai di kawasan Teluk menyadari bahwa mereka telah memesan terlalu banyak pesawat berbadan lebar, dan sekarang mereka tidak memiliki ruang," kata seorang pejabat industri pembiayaan pesawat terbang.
Meski demikian, Al Baker membantah bahwa konflik dan embargo di kawasan Teluk ini akan mengganggu pertumbuhan Qatar Airways atau pengiriman pesawat terbang.
(Martin Bagya Kertiyasa)