Kawasan Industri Energi Kalimantan Utara Mulai Dijajakan ke Investor China

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis
Jum'at 14 Juli 2017 12:00 WIB
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
Share :

Pembangunan kawasan tersebut di estimasi perlu membutuhkan investasi sebesar Rp21 triliun, yang akan didukung dengan infrastruktur memadai seperti pelabuhan, jalan, dan jembatan. Selain itu, kawasan yang ditargetkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 60 ribu orang ini rencananya dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 7.080 megawatt di Kecamatan Long Peso, Kabupaten Bulungan, dengan nilai investasi sekira Rp170 triliun.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, lokasi Kaltara dinilai cukup strategis karena terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II) yang merupakan lintasan laut perdagangan internasional serta berada pada kawasan pusat ekonomi dunia masa depan dan langsung berhadapan dengan negara tetangga. Kawasan industri Tanah Kuning memiliki beragam potensi sumber daya alam yang cukup melimpah khususnya energi terbarukan.

Misalnya, untuk mineral dan energi, antara lain batu gamping (654 ribu ton di Malinau), pasir kuarsa (1 miliar ton di Nunukan), Sirtu (2,5 juta ton di Nunukan), batu bara (970 juta m3/tahun), dan emas. Sedangkan, untuk potensi perkebunan, meliputi kelapa sawit, karet, kakao, kopi, tebu, kapas, tembakau, jagung, dan padi. Di samping itu, potensi alumina dan bauksit di Pulau Kalimantan yang dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami mengapresiasi adanya kerja sama B to B (Business to Business) kedua negara, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendalaman struktur serta peningkatan daya saing industri nasional. Bahkan juga mampu memacu pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di Indonesia,” tukasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya