JAKARTA - Rencana PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia, entitas anak dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) go public dipastikan dilakukan tahun ini. Anak usaha dari PT Garuda Indonesia ini berencana melepas 20%-30% dari seluruh total saham perusahaan.
"Kita estimasikan bukan September, Oktober akan selesai (Initial Public Offering/pencatatan perdana saham)," singkat Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury, di Hanggar IV GMF, Bandara Soetta, Jakarta, Minggu (23/7/2017).
Mengenai jumlah dana yang akan dihimpun dari hasil IPO GMF, kata Pahala, sekarang masih dalam tahap valuasi. Untuk itu belum bisa disebut berapa dana yang diincar GMF Aero Asia.
"Saya rasa kalau dengan yang ada kurang lebih market gap-nya berkisar antara USD1-USD1,5 miliar nilai ke seluruhan valuasinya,"tuturnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pencatatan perdana saham perusahaan bengkel pesawat milik Garuda Indonesia paling lambat Oktober 2017.
"Masih proses, tahun ini yang pasti GMF akan IPO (Initial Public Offering/pencatatan perdana saham), kalau tidak September, Oktober," katanya.
Menurut Rini, saat ini GMF masih melakukan proses negosiasi dengan Investment Bank. Investment Bank sendiri merupakan bank penghimpun dan penyalur dana jangka panjang yang diperlukan oleh perusahaan dengan cara membeli,menjual dan menjamin surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan.
"Mereka masih negosiasi dengan investment bank. Tapi kalau nggak salah Rp1 triliun (dana yang bakal dihimpun melalui IPO)," sebut Rini.
Selain itu, Rini juga menginformasikan bahwa Wijaya Karya (Wika) Reality sudah ada pembicaraan untuk melantai di Bursa. Setidaknya, kata Rini tahun ini ada 3 perusahaan negara yang bakal melakukan IPO. Namun saat ini masih dalam pertimbangan.
"Tahun ini mungkin maksimum 3 anak perusahaan. Cuma saya masih cek, masih bicara lagi, karena investor bukan hanya ingin lokal saja tapi juga internasional," paparnya.
Dia pun mengatakan, banyak investor asing yang berminat terhadap GMF. "Banyak yang berminat dari luar, karena mereka berharap yang dari luar juga memberikan bisnis, jadi seperti maintenance pesawatnya, mereka ke kita. Jadi kita ada pembicaraan dengan beberapa airlines juga," tukasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)