"Masih kajian sedang jalan. Mudah-mudahan bulan depan sudah selesai kajian dari BPPT, Kereta Api Indonesia dengan Jepang. Nah kalau kajian itu sudah selesai, kita akan lihat. Kemarin saya sudah beri tahu bahwa itu ternyata ada 100 tikungan belok kiri kanan Jakarta-Surabaya. Nah sekarang mereka hitung apakah tetap pakai itu, atau bikin lagi satu rel. Jadi lagi dihitung kembali oleh mereka," kata Luhut.
Belum diketahui apakah proyek ini nantinya akan menggunakan kereta listrik atau diesel. Pemerintah pun akan melakukan pembahasan terkait program ini pada akhir Agustus jika hasil kajian telah dapat dikeluarkan.
Pemerintah belum memutuskan untuk bekerja sama dengan negara mana pun pada proyek ini. Pemerintah pun masih melihat berbagai kemungkinan kerja sama dengan negara lain.
"Sampai sekarang ini JICA (Japan Internasional Cooperation Agency) yang sudah terlibat untuk ikut survei. Kita lihat, kalau ada orang menawarkan struktur yang bagus yang lebih baik dari mereka jauh, tentu kami pertimbangkan," jelasnya.
(Fakhri Rezy)