JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa kali menyindir leletnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Banyak hal yang disoroti Presiden terkait proyek ini.
Misalnya soal ribut-ribut terkait proyek ini yang berjalan cukup lama.
"Kita mau membangun kereta api cepat jarak hanya 148 km saja sampai sekarang belum mulai, ributnya sudah dua tahun. Debat, ramai, baik atau enggak baik," jelasnya di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa 23 Mei 2017.
Bahkan, pada Selasa 25 Juli 2017, Presiden juga menggelar rapat terbatas yang khusus membahas perihal proyek kereta cepat, termasuk yang jurusan Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya.
Salah satu yang ditekankan Presiden Jokowi adalah soal risiko bisnis. Dia meminta porsi kepemilikan Indonesia dalam konsorsium proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dikurangi menjadi hanya 10%.