"Presiden minta didetailkan kembali karena ini business to business, kan kemarin 60:40, 60 Indonesia risikonya. Ini dia minta apa harus, kenapa Indonesia enggak 10% untuk Indonesia, 90% China untuk memperkecil risiko," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 25 Juli 2017.
Jokowi juga menyebut, transportasi massal di Indonesia jauh tertinggal dari negara lain. Dia mencontohkan, Indonesia saat ini masih membahas kereta cepat. Hanya saja, pembahasan ini telah jauh tertinggal dibandingkan negara lain yang telah membahas hyperloop atau sistem transportasi berkecepatan tinggi lainnya.
"Kita baru saja berbicara masalah high speed train tapi negara lain sudah bicara hyperloop. Oleh sebab itu, kita jangan kehilangan momentum dan terkait dengan high speed train kita sudah bahas dalam beberapa kali pertemuan," kata Jokowi.
(Dani Jumadil Akhir)