Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan nilai proyek cepat Jakarta-Bandung membengkak dari sebelumnya USD5,1 miliar menjadi USD5,9 miliar.
Kebutuhan dana tersebut tentunya untuk pembebasan lahan yang dilakukan untuk pembangunan kereta cepat dengan panjang rel 142,3 kilometer, juga adanya perubahan trase.
Pembebasan Lahan
Bukan rahasia lagi jika pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung terkendala pembenasan lahan. Hingga saat ini, baru 55% lahan yang sudah dibebaskan, artinya masih terdapat 45% luas lahan yang harus dibebaskan dalam pembangunan proyek ini.
Rini memastikan jika pembebasan lahan ini tidak akan mempengaruhi penarikan pinjaman dari CDB. Seperti diketahui, syarat dari bank tersebut agar pinjaman cair salah satunya adalah lahan yang dibebaskan minimal 53%.