JAKARTA - Pemerintah berencana mengubah porsi kepemilikan Indonesia dalam konsorsium kereta cepat Jakarta-Bandung. Saat ini, porsi kepemilikan pada konsorsium adalah sebesar 60%:40% antara Indonesia dengan China.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sebelumnya mengatakan porsi kepemilikan pada konsorsium kereta cepat Jakarta-Bandung rencananya akan mengalami perubahan. Perubahannya pun mencapai 10:90 antara Indonesia dengan China.
Baca juga: Soal Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Menteri PUPR: Presiden Sudah Oke, Preferensinya Jepang
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menampik adanya perubahan porsi pada konsorsium kereta cepat Jakarta-Bandung. Saat ini, porsi konsorsium masih berada pada kisaran 60%:40%.
"Enggak, enggak ada itu (perubahan porsi kepemilikan pada konsorsium)," kata Rini saat ditemui usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/7/2017).
Namun, menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan, perubahan porsi kepemilikan konsorsium kereta cepat Jakarta-Bandung ini masih dalam tahap kajian. Kajian ini ditargetkan rampung pada pekan depan.