JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan salah satu penyumbang terbesar inflasi yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, inflasinya pun mencapai 6% lebih.
baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi tapi Inflasi Tidak Terjaga, Apa Jadinya?
"Ternyata sumber utamanya adalah contohnya tiket pesawat udara, yang ternyata pesawat udara itu walaupun sudah dikasih arahan oleh Menteri Perhubungan masih harus diperbaiki pencacahannya," kata Agus di Jakarta, Kamis (27/7/2017).
Karenanya, dia menekankan agar dilakukan perbaikan. Untuk itu, menurut Agus dibutuhkan kerjasama antarpihak untuk menjaga inflasi agar tetap pada rentang yang wajar. Sehingga tak mengganggu daya beli masyarakat yang berimbas pada lesunya sektor konsumsi.
Khusus untuk inflasi yang disumbangkan oleh tiket pesawat, Agus mengatakan harus ada evaluasi yang dilakukan bahwa penyedia jasa layanan transportasi udara jangan hanya mengacu pada batas harga tertinggi yang ditetapkan.
"Masih ada daerah-daerah tertentu yang inflasinya masih di atas 6%, karena kelihatannya yang diambil cuma harga tertinggi, padahal ada sebagian tiket yang harganya murah, menengah, dan tinggi, jadi hal-hal seperti itu akan diperbaiki," lanjutnya.
Ditambahkannya, untuk sepanjang 2017, pihaknya akan mengupayakan menjaga inflasi sesuai target yang telah diputuskan bersama. Kemudian untuk satu sampai dua tahun selanjutnya akan diupayakan lebih terjaga lagi inflasinya.
"Kita sementara ini karena ini merupakan suatu kesepakatan pemerintah dengan BI, bahwa kita secara jangka menengah akan mengendalikan target inflasi kita, dari 4 plus minus 1%, mengarah 3 plus minus 1%, tapi 2018-2019 3,5%-4,5%," tukasnya.
(Fakhri Rezy)