JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) di awal bulan ini akan kembali mengeluarkan rilis angka inflasi selama bulan Juli 2017. Adapun pada bulan Juni atau selama periode lebaran lalu angka inflasi sebesar 0,69%.
Lalu bagaimanakah dengan tingkat inflasi selama Juli 2017?
Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira mengatakan inflasi di Juli masih akan tinggi. Namun akan lebih rendah dari inflasi selama bulan Juni lalu.
Selain itu, Inflasi tahun kalender Januari-Juli diproyeksi sampai 2.73% dan proyeksi inflasi sampai akhir tahun 2017 di 4.5% (yoy).
"Inflasi Juli prediksi saya agak tinggi di 0,35% month to month (mtm) atau 4% year on year (yoy)," ungkapnya kepada Okezone, Selasa (1/8/2017).
Dirinya memprediksi harga yang ditentukan pemerintah masih akan menjadi pendorong inflasi tinggi di bulan Juli. Di antaranya penyesuaian tarif listrik dan hingga kenaikan harga garam yang menjadi kendala di bulan Juli ini.
"Kontribusi utama masih ada di administered price. Dampak dari listrik dan kenaikan air pam masih dirasakan hingga Juli meskipun cenderung menurun tidak sebesar Juni. Kemudian dari komponen volatile food secara umum relatif terjaga. Namun perlu diwaspadai komoditas seperti garam yang mengalami kenaikan harga dari minggu kedua Juli," jelasnya.
Selain itu, inflasi selama bulan Juli ini masih ditopang juga oleh komponen pendidikan karena memasuki tahun ajaran baru.
"Memang ada kenaikan tapi hal yang wajar karena sifatnya musiman. Pada bulan Juli ini harus mewaspadai inflasi inti atau core inflation yang diprediksi masih akan rendah, mencerminkan pelemahan permintaan agregat," tukasnya.
(Fakhri Rezy)