JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengimbau perusahaan industri asuransi jiwa untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi agen asuransinya.
Salah satunya dengan mendaftarkan para agen produktif untuk masuk dalam komunitas MDRT (Million Dollar Round Table), sebuah komunitas agen dengan First Year Premium minimal sebesar Rp542,57 juta yang merupakan akumulasi premi pertama dalam satu tahun. “Ini merupakan kualifikasi agen dengan standar penghasilan minimal Rp25 juta per bulan. AAJI dan MDRT Indonesia akan berjalan seiring, hand to hand untuk dapat menciptakan dan mencetak agen-agen profesional pada masa mendatang,” kata Ketua AAJI Hendrisman Rahim di sela konferensi pers penyelenggaraan MDRT Day 2017 di Jakarta.
Dia mengatakan, AAJI akan terus mendorong para agen untuk masuk dan bergabung di MDRT. Pasalnya, jika 30% agen asuransi jiwa masuk MDRT, kontribusi yang diberikan untuk industri asuransi pasti sangat besar. “Saat ini masih banyak agen belum bergabung dengan MDRT karena harus membayar biaya pendaftaran senilai USD550,” ujarnya. AAJI sendiri pun tengah mencari solusi mempermudah para agen mencapai level MDRT. Salah satunya adalah menciptakan satu komunitas seperti MDRT, tapi levelnya lokal.
Baca Juga:
“Kita lagi rancang yang namanya MDRT Mini, ini nanti jadi jembatan para agen kita untuk nanti bisa naik level ke internasional, masuk ke komunitas MDRT yang sesungguhnya. Jadi ada tahapan yang mempermudah para agen kita,” kata Hendrisman. Saat ini, lanjut dia, distribusi agen masih menjadi penopang dalam industri asuransi jiwa di Indonesia. Pada kuartal pertama 2017 dari total premi yang berhasil dikumpulkan oleh industri asuransi jiwa nasional sebesar Rp42,58 triliun sekira 38,3% di antaranya merupakan kontribusi jalur distribusi keagenan.
Sementara dari sisi jumlah agen, AAJI mencatat sampai Maret 2017 jumlah agen asuransi jiwa berlisensi mencapai 566.356 orang. Jumlah tersebut tercatat naik sebesar 15,2% dibandingkan pada 2016. Adapun anggota MDRT saat ini mencapai 1.367 anggota atau meningkat 47% dibandingkan pada 2016. “Bagi kami ini adalah pencapaian yang luar biasa karena tahun lalu peningkatannya hanya 7%,” kata Country Chair MDRT Indonesia Aryani P Razik.
Baca Juga:
Dibanding negara lain di kawasan Asia Tenggara, kata dia, jumlah anggota MDRT di Indonesia menempati posisi ketiga. Posisi pertama ditempati Filipina dengan 1.556 anggota dan kedua Thailand dengan 1.541 anggota. Sementara dua tahun lalu Indonesia menempati posisi kedua. Posisi keempat tahun ini ditempati Vietnam yang pada 2016 berada di urutan terakhir.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)