JAKARTA - Pusat perbelanjaan di Jakarta mulai ditinggalkan pembeli. Ruko-ruko yang dulu padat pengunjung kini berubah menjadi kios hantu.
Penjualan ritel pun menurun tajam bahkan di saat Lebaran sekalipun. Hal itu ternyata mengundang anggapan jika daya beli masyarakat sedang lesu.
Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, turunnya daya beli disebabkan oleh dua hal. Yang pertama yakni karena rendahnya inflasi.
Baca juga: Kebijakan Tak Sinkron, Daya Beli Masyarakat Dinilai Turun
Pasalnya, jika dibandingkan dengan Juni 2016, inflasi tahun ini memang relatif lebih rendah. Pada Juli 2016 inflasi ada di angka 0,34% maka inflasi pada Juli 2017 ada di angka 0,26%.
"Pelemahan daya beli bisa ditelusuri dari rendahnya inflasi. Rendahnya inflasi inti menunjukkan permintaan secara agregat memang menurun," ujar Bhima saat dihubungi Okezone, Sabtu (5/8/2017).
Baca juga: Kalangan Industri Kecil dan Menengah Keluhkan Daya Beli Masih Lemah