Kebijakan Tak Sinkron, Daya Beli Masyarakat Dinilai Turun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Senin 03 Juli 2017 15:21 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Para pengusaha membeberkan telah terjadi ketidaksinkronan antara kondisi makro dan mikro Indonesia. Indikator makro yang membaik nyatanya tidak dirasakan para pengusaha retail hingga momen krusial seperti Lebaran.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistianingsih berpendapat, daya beli masyarakat memang mengalami penurunan, sehingga kurang mendorong pertumbuhan sektor riil.

Rendahnya konsumsi di tengah membaiknya indikator makro ekonomi Indonesia dinilai mungkin disebabkan oleh regulasi pemerintah. Salah satunya, pencabutan subsidi listrik bagi 18,7 juta rumah tangga 900 va.

“Sebagian besar rumah tangga itu kan merupakan masyarakat menengah ke bawah. Kalau lihat perlambatan di sektor riil kemungkinan itu faktornya,” jelas Lana.

Selain itu, molornya pencairan gaji ke-13 kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang semestinya diberikan pada awal Juni menjadi Juli juga menjadi penyebab konsumsi masyarakat turun. Masyarakat menjadi tidak memiliki waktu yang lebih lama untuk berbelanja dengan leluasa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya