Kebijakan Tak Sinkron, Daya Beli Masyarakat Dinilai Turun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Senin 03 Juli 2017 15:21 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Terlebih, pengusaha juga melihat penjualan ritel produk makanan minuman yang tidak sesuai ekspektasi. “Banyak supermarket yang melaporkan stoknya masih menumpuk saat Lebaran. Padahal biasanya periode sekarang di tahun tahun sebelumnya banyak yang sudah laporkan kehabisan stok,” ujar Adhi.

Menurutnya, pemerintah mesti memastikan tak menerapkan kebijakan kebijakan yang menghambat daya beli. Adhi juga berharap pemerintah tidak menerapkan aturan-aturan yang menghambat industri. Salah satunya tentang implementasi lelang gula rafinasi yang bakal mempersulit industri memperoleh bahan baku.

“Meski pemerintah memutuskan untuk menunda itu sampai Januari 2018, tapi itu mesti dirapikan lagi. Ya seperti yang saya bilang, saat seperti ini jangan sampai ada regulasi regulasi yang aneh.” ujarnya.

Adhi memperkirakan pertumbuhan sektor industri makanan minuman tahun ini dapat tetap bergerak di atas proyeksi pertumbuhan ekonomi. “Mungkin target tumbuh 7,5% - 7,8% di akhir tahun masih bisa dikejar,” tukasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya