Bintang menambahkan, untuk melakukan relokasi WIKA menyediakan dana sekira Rp500 miliar. Targetnya, proses relokasi akan rampung pada November 2017. Nantinya, wilayah Halim ini akan dibangun sebagai stasiun dan depo kereta api.
"Itu sedang berjalan, kita pindahkan relokasinya di tempat yang baru," tambah dia.
Meskipun ada relokasi sebanyak 250 perumahan tersebut, Bintang menegaskan tidak ada perubahan nilai proyek.
"Tidak ada perubahan nilai proyek, masih tetap USD5,998 miliar," ujarnya.
Sebagai informasi, untuk mewujudkan proyek ini, pemerintah bekerja sama dengan China. Pencairan dana pinjaman dari China Development Bank (CDB) sendiri bisa segera dilakukan, karena syarat yang diminta terkait lahan 100% sudah mendapat jaminan.
(Dani Jumadil Akhir)