Selain itu, ia juga mengatakan pada 2018, bantuan sosial melalui voucher pangan juga akan ada gas LPG dan listrik. Sehingga diharapkan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Menurutnya, mengenai Kementerian Sosial yang menargetkan sebanyak 10 juta di tahun depan akan dilakukan oleh pihaknya.
"Kalau diputuskan segitu ya kita lakukan segitu. Datanya ada data kita kan sampai 25,7 juta, 40% miskin terbawah, yang sekarang 15,5 juta itu 25%," jelasnya.
Sementara itu, dirinya juga menjelaskan mengenai mekanisme yang nontunai yang akan diberikan kepada masyarakat termiskin, yakni melalui perbankan yang sudah siap untuk melayani pemberian kartu. Setelah memiliki kartu, nantinya masyarakat bisa menggunakannya untuk ditukarkan dengan barang-barang seperti beras, gula, minyak sayur, dan telur.
"Menggunakan perbankan, perbankan sudah siap. Nanti bisa dibeli di mana saja, di toko-toko pinggir jalan. Presiden kan arahnya di pasar, warung rakyat, orang miskin yang punya. Menggunakan EDC, dan bagian dari perbankan, agen bank, jadi enggak ada masalah kalau kita pakai itu," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)