Kejar Kebutuhan hingga 11,4 Juta Rumah, Jokowi Ungkap Masalahnya!

Dedy Afrianto, Jurnalis
Jum'at 11 Agustus 2017 20:32 WIB
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Pemerintah saat ini masih terus melakukan pembangunan rumah murah. Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh rumah murah.

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), jumlah backlog perumahan saat ini mencapai 11,4 juta rumah. Pada 2018, angka kebutuhan perumahan ini akan meningkat hingga 2 kali lipat.

"Tahun depan kami akan lipat dua kali, saya sudah bilang ke Pak Menteri PU, Bu Rini, BUMN, Dirut BTN lipat dua kali. Kalau melihat seperti ini sudah harus berani," kata Jokowi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat, (11/8/2017).

Hanya saja, dalam pembangunan perumahan ini terdapat beberapa kendala yang harus dihadapi oleh pemerintah. Salah satunya adalah kendala pada ketersediaan lahan.

"Ini juga masalah besar yang kita hadapi. Jumlah penduduk terus bertambah tapi lahan tersedia selalu tetap dan kita tidak memiliki bank tanah (land bank). Ini kalau enggak kita selesaikan, ya sampai kapan pun akan kesulitan kalau enggak punya land bank-nya," ungkap Jokowi.

Untuk itu, Jokowi pun meminta agar setiap daerah menyiapkan bank tanah. Hal ini perlu dilakukan agar spekulan atau mafia tanah tidak menguasai tanah sehingga harga tanah tidak terkendali.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya