Dia menambahkan, pihaknya siap mengerjakan studi kelayakan dengan waktu semaksimal mungkin. Seperti diketahui, kajian proyek kereta semicepat (medium speed) dilakukan oleh BPPT, JICA, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Proyek ini ditargetkan selesai pada 2019.
Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegija Pranata Semarang, Djoko Setijowarno, mengungkapkan bahwa pembangunan kereta api semicepat dengan kecepatan rata-rata 150 kilometer (km) per jam bisa lebih efektif memindahkan orang dari Jakarta-Surabaya maupun sebaliknya.
Meski begitu, menurutnya, pembangunan kereta semicepat tersebut harus mempertimbangkan penghapusan perlintasan sebidang. Selama ini perlintasan sebidang menghambat grafik perjalanan kereta jarak jauh double-double track.
Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Diadu dengan Pesawat, Lebih 'Kencang' Mana?
”Catatannya cuma satu kalau mau membangun kereta semicepat memanfaatkan jalur eksisting yang ada, yakni dengan menghilangkan perlintasan sebidang. Selama ini yang banyak mengganggu masih banyaknya perlintasan sebidang. Saya rasa ini tidak sulit. Mengenai investor dan lainnya, saya kira itu menjadi kewenangan pemerintah,” tukas dia.
(Rizkie Fauzian)