Bangun Jalur Penghubung Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, KAI Rogoh Rp150 Miliar

Antara, Jurnalis
Selasa 15 Agustus 2017 20:14 WIB
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangun jalur kereta api dari stasiun terakhir Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, yaitu Stasiun Tegalluar untuk menghubungkan ke pusat Kota Bandung.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro di Balai Yasa, Manggarai, Jakarta, Selasa (15/8/2017) mengatakan, jalur dari Cimekar ke Bandung sudah tersedia, jadi tinggal menghubungkan dari Tegalluar ke Cimekar.

"Kami sudah kirim surat ke gubernur, ini kita tunggu dan itu sudah disampaikan kepada gubernur," katanya, Selasa (15/8/2017).

Edi menambahkan, lokasi sudah ditetapkan, sehingga diketahui bahwa total jarak dari Tegalluar ke Cimekar, yaitu 2 hingga 3 kilometer.

Baca Juga:

Dia menjelaskan nilai investasi yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek tersebut, yaitu Rp150 miliar per kilometer.

Namun, dia mengatakan terdapat alternatif, yaitu kereta light rail transit (LRT) sesuai dengan arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Edi menjelaskan, apabila dibuat menjadi LRT akan dilanjutkan hingga pusat Kota Bandung, ke Paris van Java-Insitut Teknologi Bandung-Universitas Padjajaran-Dukomesel.

"Direncanakan menjadi loop. Ini bayangan kita nanti didetailkan, jadi masuk Kota Bandung, itu langsung masuk ke PVJ (Paris Van Java Mall), menyeberang lari ke ITB, ITB ke Unpad, lalu Dukomsel, turun terus bablas balik lagi," katanya.

Baca Juga:

Namun, saat ini Edi mengatakan dua jalur alternatif tersebut masih dikaji.

"Tapi kalau ini direncanakannya LRT, arahan dari bu menteri kan ini LRT, itu pasti listrik dan itu kita lihat supaya nanti efisien, kalau (bukan LRT) lahannya sawah tidak usah pakai elevated (bertingkat), pakai urukan atau bahasa kerennya embankment. Jadi diuruk saja supaya dia lebih atas," katanya.

Pembangunan konstruksi KA Cepat Jakarta Bandung telah dimulai pada 7 Juli, di mana peletakan batu pertama telah dilakukan di Walini, Jawa Barat.

Pembangunan proyek transportasi massal sepanjang 142 kilometer (km) diperkirakan memakan waktu tiga tahun, sehingga operasi pertama ditargetkan pada 2019.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya