JAKARTA - Perum Perumnas menganggarkan investasi senilai Rp705 miliar untuk membangun hunian berkonsep transit oriented development (TOD) di kawasan Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Hunian ini terdiri dari 1.232 unit di lahan seluas 15.244 meter persegi dengan 29 lantai.
Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan, pembangunan hunian yang terintegrasi dengan stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku penyedia lahan.
"TOD ini kerjasama Perumnas dan KAI dalam rangka program 1 juta rumah. Keberhasilan ini didukung Menteri BUMN (Rini Soemarno). Kami setiap ketemu yang ditanya itu. Waktu halalbihalal belum minta maaf sudah ditanya TOD kapan. Begitu besar perhatian beliau atas proyek ini," katanya di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017).
Baca Juga:
Selain itu, kata dia, bisa dimulainya pembangunan hunian TOD juga tak terlepas dari peran Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dia pun mengungkapkan sejumlah kelebihan dari hunian berkonsep TOD yang menyasar baik kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun masyarakat biasa itu. "Konsep TOD ini hunian yang terintegrasi dengan kemudahan transportasi. Nanti penghuni berangkat dari sini ke Sudirman cuma 30 menit, ke Pondok Cina 15 menit," paparnya.
Baca Juga:
Lanjut dia, penghuni rumah vertikal yang pembangunannya baru diresmikan ini bisa mengefisiensi waktu dan menghemat biaya perjalanan. "Biaya transportasi bisa turun hanya Rp3000 sampai Sudirman," sebutnya.
Selain terintegrasi dengan stasiun KRL, lokasi berdirinya hunian ini, kata dia juga berdekatan dengan halte angkutan umum roda 4 lainnya. Dengan adanya integrasi ini diharapkan ke depannya, selain angka backlog perumahan yang berkurang, kemacetan juga bisa terurai.
"Bahwa ini adalah periode pertama yang sudah kerjasama KAI. Dalam waktu dekat mulai pembangunan TOD Stasiun Pondok Cina dan TOD lainnya," tandasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)