JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebutkan, berdasarkan hasil survei mingguan, inflasi pada Agustus masih terkendali. Hingga minggu kedua, inflasi Agustus sebesar 0,02% sedangkan year-on-year (yoy) sebesar 3,91%.
"Mengenai perkembangan harga, sampai minggu kedua Agustus kita perkirakan inflasi di Agustus 0,02, kalau yoy-nya 3,91%," ungkap Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo.
Menurutnya, inflasi rendah di pertengahan Agustus ini dikarenakan semua harga barang terkendali, bahkan beberapa barang tercatat deflasi seperti transportasi hingga bawang.
Baca Juga:
"Bahkan sejumlah item deflasi, seperti angkutan udara, angkutan kota, kemudian bawang itu terkendali," jelasnya.
Ia juga menjelaskan hal ini menunjukkan setidaknya 3 faktor utama yang dilakukan BI berjalan dengan baik. Pertama, bagaimana kebijakan BI bekerja sama dengan pemerintah pusat secara dalam untuk menstabilkan harga, terus dilakukan.
Baca Juga:
Kedua kalau dilihat dari sisi permintaan dan pasokan memang kelihatan bahwa ekonomi Indonesia kemampuan produksinya lebih tinggi dari permintaannya. Faktor ketiga ekspektasi harga baik di tingkat konsumen dan produsen tetap terjaga.
"Dengan stabilitas harga yang tetap terjaga sampai Agustus ini target inflasi 4% kurang lebih 1 bisa tercapai. Perkirakan kami inflasi sampai akhir tahun bisa di level 4%," tukasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)