JAKARTA - Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) meminta pemerintah mengontrol harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang usai diberlakukannya harga eceran tertinggi (HET) beras hari ini. Hal tersebut diperlukan supaya pedagang pasar tidak merugi karena harus dagang beras sesuai aturan.
Sekretaris Jenderal APPI Ngadiran mengatakan, pedagang pasar tidak perlu diingatkan sudah pasti menjual beras sesuai dengan kebijakan HET yang ditetapkan. Sebab jika tidak demikian, maka pedagang yang berani menjual beras di atas HET otomatis akan ditinggal pelanggannya.
Baca juga: Soal HET Beras, Pedagang Pasar: Kami Bakal Ikuti Harga Pasar
"Tidak dipakai disuruh, kalau tidak diikuti ya kabur pembelinya. Orangnya boleh bodoh, tapi duitnya pintar. Jangankan beda sampai Rp1.000, beda Rp200 saja orang sudah lari. Kan orang di pasar berderet, di sini jual, di mana-mana jual. Disitukan ditulis, kan ada harganya. Kalau kita mah itu ketakutan saja,"ujarnya kepada Okezone.
Baca juga: Mendag: Langgar HET Beras 3x, Jangan Harap Bisa Dagang Lagi!