JAKARTA - Anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) tampaknya segera mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan akan menawarkan 30% sahamnya ke publik.
Dalam rangkauan penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO), GMF bakal akan menawarkan 30% sahamnya, setara dengan 10,89 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Demikian dilansir dari prospektus ringkas yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Kamis (7/9/2017).
Berperan sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwritter) dalam IPO anak usaha BUMN ini adalah Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas.
Baca juga:
Lewat IPO GMF Aero Asia, Garuda Berharap Bisa Perkecil Kerugian
Siap 'Bermain' di Bursa Saham, GMF Sudah Lapor OJK
Masa penawaran awal dari IPO ini dijadwalkan pada 11-20 September 2017, perkiraan tanggal efektif pada 28 September dan perkiraan masa penawaran umum perdana saham pada 2-4 Oktober.
Selanjutnya, penjatahan diperkirakan pada tanggal 6 Oktober, distribusi saham secara elektronik diperkirakan pada 9 Oktober dan perkiraan pencatatan saham di BEI pada 10 Oktober.
Baca juga:
Menteri BUMN: IPO GMF Aero Asia Paling Lambat Oktober!
Mantap! Bangun 4 Fasilitas Perawatan Pesawat, GMF Rogoh Rp2,66 Triliun
Sebanyak 60% dari dana hasil IPO akan dialokasikan untuk mendanai investasi perseroan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas line maintenance dan repait and overhoul. Hal tersebut akan dilakukan melalui pembelian aset tetap, antara lain tools, equipment, component, machineries dan lainya.
Sebesar 15% dialokasikan untuk pembayaran fasilitas pinjaman bank atau lembaga keuangan. Dan sisanya aka digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan.
(Widi Agustian)