Pasokan dan Permintaan Tak Seimbang, Harga Beras Indonesia Jauh Lebih Mahal

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis
Sabtu 09 September 2017 16:30 WIB
Ilustrasi: Okezone
Share :

JAKARTA - Pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas beras sesuai dengan wilayahnya untuk menekan harga beras tetap stabil. Namun beberapa ekonom menilai harga beras Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan negara lain.

Ekonom Senior Indef Bustanul Arifin mengkritik dan heran dengan harga beras yang ada di Indonesia yang dua kali lipat lebih mahal dari negara lainnya di tingkat internasional.

Baca juga: HET Beras, Mendag: Pasar Tradisional Masih Transisi

Seperti diketahui, harga pada penerapan HET beras terbaru, jika dilihat dari daerahnya, harga rata-rata medium terendah sebesar Rp9.450 dan tertinggi Rp10.250 per kg. Sementara untuk beras premium, harga rata-rata tiap daerah terendah sebesar Rp12.800 dan tertinggi Rp13.600 per kg.

Sedangkan harga beras di pasar internasional terendah Rp4.725 per kg untuk jenis medium dan Rp6.800 per kg untuk beras premium.

Baca juga: HET Beras, Mendag: Ritel Boleh Jual Stok Lama, tapi Harga Harus Turun!

"Harga kita 1,7 kali dibanding harga internasional. Itu (perbedaan) besar. Harga eceran masih Rp13.000 dan grosir Rp9.000," ungkapnya di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Menurutnya, ada dua penyebab harga beras di dalam negeri lebih mahal, yakni dikarenakan pasokan dan permintaan tidak seimbang di pasar dan kedua karena kenaikan harga beras yang berimbas pada peningkatan angka kemiskinan.

Baca juga: HET Beras, Mendag: Minggu Depan Akan Kita Evaluasi

"kalau ada sampai perbedaan dua kali khawatir suplai bermasalah. Kalau harga melonjak, orang miskin terpengaruh. jadi pemerintah memang khawatir," tukasnya.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya