SEMARANG - Melambungnya harga gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) selama beberapa pekan terakhir sangat dikeluhkan warga. Meski demikian, PT Pertamina menyatakan tak bisa memberi tindakan kepada pedagang-pedagang nakal yang memanfaatkan kesempatan ini.
"Harga HET (Elpiji 3 kg) adalah Rp15.500. Pertamina hanya mengawasi dari agen ke pangkalan. Pertamina tidak mengawasi pengecer. Selama ini pengecer menjual lebih dari HET dan Pertamina tidak ada otoritas menindak pengecer," kata Area Manager Communication & Relations Jawa Bagian Tengah, Andar Titi Lestari, Jumat (15/9/2017).
Baca juga: Pertamina Tarik Elpiji 3 Kg Diganti Bright Gas, Apa Benar?
Perempuan berkerudung itu pun mengimbau masyarakat untuk membeli langsung ke pangkalan atau SPBU agar harganya tak dipermainkan pedagang. Untuk itu, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada setiap pangkalan yang menjual gas elpiji di luar ketentuan.
"Oleh karena itu kami imbau belilah ke pangkalan atau SPBU. Kita taruh (Elpiji 3 kg) di SPBU, karena SPBU sebagai penetrasi harga. Mereka menjual sama sesuai HET. Dan sekali lagi, elpiji 3 kg itu hanya untuk keluarga miskin, bagi mereka yang mampu diharapkan menggunakan yang tidak bersubsidi," lugasnya.
Baca juga: Duh, Sri Mulyani Sebut Penghuni Apartemen Masih Gunakan LPG 3 Kg
Sebelumnya diberitakan, kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram di Semarang Jawa Tengah memicu sejumlah pedagang mencari keuntungan lebih. Bahkan, kebanyakan pedagang tak lagi mematuhi harga eceran tertinggi (HET) dari Rp15.500 per tabung dan menjualnya hingga mencapai Rp25 ribu per tabung.
(Rizkie Fauzian)