Hati-Hati! Pemerintah Cari Cara Sinkronisasi LRT Jabodebek di Stasiun Dukuh Atas

Feby Novalius, Jurnalis
Selasa 19 September 2017 20:00 WIB
Foto: (Feby/Okezone)
Share :

JAKARTA - Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman kembali melakukan rapat koordinasi (rakor) pembangunan proyek kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) Jakarta. Rakor mengerucut pada pembahasan sinkronikasi pertemuan LRT Jabodebek (Adhi Karya) dengan LRT PT Jakarta Propertindo (Jakpro) di Stasiun Dukuh Atas.

Stasiun Dukuh Atas akan menjadi titik pertemuan kedua kereta ini untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Di mana LRT Jabodebek dari Dukuh Atas-Palmerah dan LRT Jakpro dari Dukuh Atas-Tanah Abang.

Untuk itu supaya kedua kereta ini bisa saling terintegrasi maka rakor terkait trase Dukuh Atas harus dicarikan solusinya. Supaya tujuan dari kedua moda transportasi masal ini bisa sama-sama jalan.

Usai melakukan rapat, Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan, tadi dibahas mengenai Stasiun Dukuh Atas LRT seperti apa pembangunan trase selanjutnya.

"Apa dukuh atas mau jejer, mau satu atau mau double (track). Akhirnya belum karena ada beberapa masalah finance operasional dan akan dirapatkan lagi pada hari Jumat," ujarnya di kantor Luhut, Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Jadi, sambung Budi, masih dibahas oleh kedua kontraktor seperti luas lahan yang dibangun berapa, keamanan seperti apa hingga biaya diserahkan kepada siapa, Jakpro atau Adhi Karya.

"Jadi belum detail nanti dirapatkan lagi," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, proses sinkronisasi di Dukuh Atas merupakan barang baru di dalam proyek LRT Jakarta. Untuk itu diperlukan pembahasan detail seperti apa aturan dan sebagainya.

"Tentu perlu harus ada kehati-hatian misalnya singkronisasi antara kereta api, balainya inikan satu dengan Pemerintah DKI. Karena inikan Jakpro punya," tukasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya