Rovio berkembang pesat setelah meluncurkan game "Angry Birds" pada 2009, namun mereka dianggap lamban merespons perubahan pada game mobile yang tersedia secara bebas yang menghasilkan pendapatan dari pembelian in-game.
Perusahaan tersebut membukukan kerugian operasional dan memotong sepertiga dari stafnya pada 2015. Namun, penjualannya mulai pulih dari pada 2016 berkat film 3D "Angry Birds".
Pada semester pertama tahun ini, penjualan Rovio hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi 153 juta euro, sementara keuntungan inti meningkat menjadi 42 juta euro dari 11 juta di tahun sebelumnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)