Kisah Warren Buffett, Pernah Ditipu dan Berevolusi Jadi Konglomerat Bisnis

Koran SINDO, Jurnalis
Selasa 03 Oktober 2017 11:36 WIB
Ilustrasi: Reuters
Share :

David Poppe, CEO Ruane Cunniff & Goldfarb, juga memuji kesabaran Buffett dalam berbisnis dan menghadapi permasalahan. “Pasar dari waktu ke waktu akan memberikan peluang. Dia akan menunggu sampai peluang itu mun cul. Dia sangat percaya diri akan menemukan kesempatan bagus. Dia sangat penyabar,” tandasnya.

Dilansir Washington Post, analis John B Harris juga mengatakan bahwa Berkshire Hathaway berevolusi dari perusahaan investasi menjadi konglomerat bisnis yang memegang penuh per usahaan. Tahun ini mereka mengakuisisi Precision Castparts USD32 miliar, Burlington Northern Santa Fe USD26,3 miliar, dan Duracell USD4,7 miliar.

Berdasarkan daftar Forbes Global 2000, Berkshire Hathaway merupakan perusahaan terbuka terbesar ketiga di dunia dan konglomerat kesembilan terbesar untuk kategori revenue. Saat ini Berkshire Hathaway dinobatkan sebagai perusahaan terbesar ketujuh dalam indeks S&P 500 dan memiliki harga saham termahal. Pada 22 September 2017 harga saham kelas A Berkshire Hathaway per lembar mencapai USD273.139. Jika angka pertumbuhan Berkshire Hathaway sesuai S&P 500 dengan dividen dalam 50 tahun terakhir sekitar 9,7%, me reka diprediksi dapat menjual saham tersebut senilai USD1.000.000 dalam 14 tahun mendatang.

“Sama seperti perusahaan lain, Berkshire Hathaway masih menyalurkan uang tunai pada setiap kuartal dari pendapatannya. Namun, ketika float asuransi membengkak, pertumbuhan float uang tunai juga kian membengkak. Pada 2017 pendapatan operasi mereka hanya USD3,6 miliar, sedangkan float-nya USD14 miliar,” kata Brandt.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya