BANTEN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 5.100 sertifikat hak kepemilikan tanah kepada warga dari Banten yang berasal dari Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, di Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Rabu (4/10/2017) sore.
Dalam sambutannya Presiden Jokowi berpesan, agar sertifikat diberi plastik kalau pas hujan jangan sampai tulisannya hilang. Yang kedua, disimpan baik-baik, disimpan di almari, tapi di foto copy lalu ditempatkan di tempat berbeda, sehingga kalau hilang masih punya foto copynya untuk mengurus kembali di kantor Badan Pertanahan Negara (BPN).
Menurut Presiden, di seluruh Tanah Air dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote harusnya ada 126 juta bidang tanah yang harus diserfikatkan, tetapi sampai saat ini baru 46 juta yang diselesaikan. Oleh sebab itu. Presiden meminta Menteri Agraria/Kepala BPN agar kerja siang malam untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Dulunya satu tahun hanya 400.000 se-Indonesia, paling banyak 500.000. Sekarang saya beri target 5 juta harus rampung, tahun depan 7 juta harus rampung, tahun depannya lagi 9 juta harus rampung,” ungkap Presiden Jokowi sembari menambakan, di Banten tahun ini 270.000, tahun depan 400.000 seperti dikutip laman Setkab, Kamis (5/10/2017).
Baca Juga: Jokowi ke Pemda: Percepat Program Sertifikat Tanah, Jangan Ada yang Main-Main!