JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendukung program pemerintah mewujudkan sejuta rumah di tahun ini. Untuk itu, kali ini dua BUMN yakni PT KAI (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melakukan sinergi membangun kawasan di Stasiun Pasar Senen.
Adapun pembangunan ini untuk hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan stasiun kereta api. Sinergi kedua BUMN ini menghabiskan anggaran sekira Rp500 miliar.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, ini adalah stasiun ketiga yang dibangun menjadi hunian dengan konsep TOD. Sebab sebelumnya, ia juga telah melakukan ground breaking di stasiun Tanjung Barat dan stasiun Pondok Cina.
Baca Juga: Total Hunian Dekat Stasiun Senen 1.362 Unit Rusun hingga Apartemen, Berapa Harganya?
Namun, Rini menyebut untuk TOD di stasiun Pondok Cina dan Stasiun Senen, bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (BPR) diberi keistimewaan. Diantaranya harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat MBR.
"Jadi Pondok Cina dan di sini sama. Untuk MBR spesial. Kalau MBR harus harga spesial, bahwa untuk MBR Rp7 juta per meter. Luas nya 32 meter persegi (m2) sehingga dikalkulasi jadi Rp224 juta," ungkap Rini di acara Grounbreaking Ceremony Transit Oriented Development (TOD) Pasar Senen, Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Baca Juga: Ada Rusun di Stasiun Pondok Cina, KAI Antisipasi Lonjakan Penumpang
Menurutnya, harga diberikan spesial untuk kedua stasiun ini, dikarenakan saat melakukan Ground Breaking pertama di stasiun Tanjung Barat banyak masyarakat yang berminat. Oleh sebab itu ia kembali memberikan perintah kepada anak usahanya untuk membangun lebih banyak hunian yang terjangkau.
"Setelah kita hitung kembali, kebutuhan hunian untuk MBR sangat tinggi. Kami mendukung juga, kami meminta terus ke KAI bekerja sama dengan karya-karya kita. Kalau di Pondok Cina dengan Perumnas, sekarang WIKA langsung dengan KAI," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)