JAKARTA - Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden pada 2019 diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik. Bahkan, kecenderungan positif ini diperkirakan mulai terlihat tahun depan.
"Pertumbuhan ekonomi tahun depan lebih baik, kenapa? Jawabannya simple, karena ada kampanye dan Pemilu," ujar Head of Intermediary Business Schroders Teddy Oetomo di Kantor Schroders Indonesia, Jakarta, Jumat (13/10/2017).
Teddy menilai, tahun 2018 adalah pintu gerbang kampanye Pemilu 2019, artinya kampanye mulai digencarkan tahun depan. Kondisi ini lantas mendorong perputaran uang yang lebih banyak, sehingga diyakini dapat menggerakkan roda ekonomi.
Baca juga: IMF: Pemulihan Ekonomi Global Jadi Tantangan Pemangku Kebijakan untuk Bertindak
Lebih dari itu, tahun 2018 akan disemarakkan oleh gelaran pemilihan kepada daerah (Pilkada) yang jumlahnya melebihi Pilkada 2017. Apalagi, wilayah yang akan menghelat Pilkada adalah wilayah yang notabene dengan populasi terbanyak, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.