JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melelang 15 wilayah kerjasama (WK) Minyak dan Gas (Migas) pada tahun ini. Pelelangan ini sudah mulai sejak 7 Juli 2017 yang lalu.
Ditanya mengenai progres tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan jika lelang tersebut berpotensi untuk diperpanjang waktunya. Pasalnya ada beberapa hambatan yang membuat lelang 15 WK ini berpotensi molor.
"Lelang tahap pertama batasnya tanggal 27 November. Saya berharap sebelum tanggal 27 sudah beres. Karena gross split sudah terbit, para peserta lelang itu sudah happy lah dengan Permen, mereka butuh hitam di atas putih karena idealnya harus keluar," ujarnya saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta, Kamis (16/11/2017).
Baca juga: Dulu Berjaya, Kok Industri Hulu Migas Justru Melempem?
Menurut Ego, jika hingga pada tanggal 27 November 2017 mendatang belum juga selesai, maka dirinya secara tegas akan memperpanjang masa lelang WK Migas milik ESDM. Meskipun dirinya belum menyebutkan hingga kapan masa lelang tersebut akan diperpanjang nantinya.