Diskon Akhir Tahun, Waspada Lapar Mata Lihat Harga Murah

Anisa Anindita, Jurnalis
Senin 04 Desember 2017 06:08 WIB
Ilustrasi Diskon. (Foto: Okezone)
Share :

Setelah itu, sisihkan kembali sebesar 10% dari total pemasukan, yang bermanfaat sebagai dana darurat. Dana darurat untuk pribadi atau bahkan tetangga rumah yang tertimpa kemalangan. Selanjutnya, sisihkan 10% dari total gaji yang kita dapat untuk sebagai investasi dan tabungan masa depan.

Smentara itu, kita bisa memisahkan 10% dari total pemasukan yang kita dapat untuk menambah pengetahuan kita akan informasi, misalnya saja membeli buku. Dan yang terakhir, sisihkan sebesar 10% dari total gaji yang kita dapat untuk hiburan.

“Jadi kira-kira rinciannya seperti ini, 5% untuk charity, 10% untuk dana darurat, 10% untuk investasi dan tabungan, 10% untuk menambah knowledge kita, dan 10% lagi untuk hiburan,” jelas dia.

Tips kedua adalah disiplin terhadap range yang sudah dibuat, dengan demikian maka Anda masih mempunyai cadangan dana saat dibutuhkan. Sedangkan tips yang ketiga adalah bijak saat menentukan barang apa yang akan dibeli. Tidak mudah terbujuk dengan diskon besar-besaran yang situs belanja online tawarkan, dan harga murah yang diberikan.

“Yang kedua, disiplin terhadap range yang kita buat. Yang ketiga, jangan lapar mata, kalau tau kita lapar mata, jangan buka situs belanja online. Dan jangan mudah tergiur dengan harga terjangkau dari suatu barang. Misalnya saat buka situs belanja online, ada baju harganya Rp100.000, beli. Nah kalau seperti itu namanya lapar mata,” tukas Andi.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya