Realisasi Inflasi dan Harga Minyak Mentah Pada Asumsi Makro 2017 Bakal Meleset

Feby Novalius, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2017 14:15 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

BOGOR - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan beberapa indikator pada asumsi makro 2017 sedikit meleset dari target. Di antaranya inflasi dan harga minyak mentah dunia.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Adriyanto mengatakan, asumsi makro diproyeksikan sedikit meleset di akhir tahun seperti inflasi akan berada sedikit di bawah 4% yang menjadi target.

 Baca juga: Wamenkeu: Dari Lahir sampai Usia 25 Tahun Anda Dibiayai APBN

"Jadi tidak setinggi dari target awal. Rata-rata inflasi di bawah 4%, mudah-mudah jauh sehingga terjangkau untuk menjaga daya beli masyarakat," ujarnya, di Hotel Jeep Station, Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/12/2017).

Kemudian untuk nilai tukar Rupiah diproyeksikan tidak akan jauh beda dengan proyeksi di awal tahun 2017 sebesar Rp13.400 per dolar AS. Demikian juga untuk suku bunga SPN 3 bulan yang diproyeksikan mencapai 5,2%.

 Baca juga: Hitung Tarif Pajak E-Commerce, Sri Mulyani Sebut Tidak Ada yang Dirugikan

Sementara itu untuk asumsi makro yang sedikit meleset terjadi pada harga minyak. Adriyanto mengatakan, dari sisi komoditas ekspor pergerakan di 2017 menunjukkan tren perbaikan meskipun tidak signifikan atau kenaikan harga yang tidak begitu besar. Di asumsi makro, harga minyak diproyeksikan mencapai USD48 per barel.

"Kalau kita proyeksikan itu naik harga miyak tidak akan naik drastis. Di kisaran USD50 per barel," tuturnya.

 Baca juga: Catat! Pemerintah Janji Tak Ada Pemangkasan Anggaran Kementerian di 2018

Berikut asumsi dasar makro ekonomi di APBN-P 2017:

1. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%

2. Tingkat inflasi sebesar 4,3%.

3. Suku bunga SPN 3 bulan 5,2%.

4. Nilai tukar Rupiah (kurs) Rp13.400 per dolar AS.

5. Harga minyak mentah (ICP) USD48 per barel

6. Lifting minyak 815 ribu barel per hari (bph) dan lifting gas 1,15 juta setara minyak per hari.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya