JAKARTA - Bank BTN akan mempercepat pemberian tittle atau sertifikat agar mempunyai akses yang lebih cepat untuk sektor formal. Mengenai sertifikat ini pun secara langsung pernah diinstruksikan Presiden Joko Widodo.
Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil menegaskan, Presiden Joko Widodo meminta untuk tahun ini disediakan sebanyak 7 juta sertifikat "Akan terus meningkat hingga 9 juta sertifikat pada tahun 2018," ujar Sofyan, acara Puncak HUT Bank BTN ke-41 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, di Jakarta, Selasa (12/12/2017).
Bahkan, lanjut Menteri Sofyan, pembagian bisa terus meningkat mencapai 10 juta sertifikat agar seluruh rumah dapat tersertifikasi dan terdaftar.
Sebagai informasi, mulai tahun 2017 ini akan memperkenalkan juru ukur yang berlisensi dan independen agar dapat membantu semua pihak hingga developer, "Kalau mempunyai kawasan yang ingin dikembangkan, tentukan tempatnya, kita bekerja sama, dan tentukan kreditnya," jelas Menteri Sofyan.
Baca juga: Presiden Jokowi "Sebar" 7.000 Sertifikat Tanah di Siantar
Sementara itu, dalam rangka HUT ke-41, menteri Sofyan mengakui bahwa Bank BTN telah banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat Indonesia. Hal itu sesuai dengan nawa cita Presiden Joko Widodo, antara lain program menargetkan satu juta rumah, program subsidi rumah.
"Ini merupakan kesempatan luas lagi bagi Bank BTN agar selalu bekerja keras untuk masyarakat akan tetap dibutuhkan akan tetap penting juga, apa yang dikerjakan oleh Bank BTN," ucapnya.
Acara Puncak HUT Bank BTN ke-41 Sekaligus Peluncuran Plaza KPR dan KPR Hotline BTN. Acara ini merupakan bagian dari parade HUT Bank BTN yang dilakukan sejak 4 Desember 2017. Kemudian sebagai puncaknya, Bank BTN akan meluncurkan Plaza KPR dan KPR Hotline. Acara puncak tersebut juga menjadi salah satu apresiasi yang akan diberikan kepada debitur KPR dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah, dan juga pemberian penghargaan kepara para pengembang terloyal.
(Martin Bagya Kertiyasa)