Menurut dia, pro gram ini sudah masuk Rencana Pemerintah Jangka Menengah Daerah Pemprov DKI 2013-2017. Terpisah, Wakil Gubernur Sandiaga Uno menegaskan pi haknya sudah memerintahkan Deputi Gubernur Bidang Transportasi untuk mempelajari kajian yang diberikan PT Antaredja sebelum mengambil keputusan.
Menurut dia, ada yang menarik dari integrated tunnel selain fungsi atasi ke ma cetan dan banjir, yakni penyediaan air bersih serta pem bang kit tenaga listrik. “Kami mengapresiasi kajian yang di lakukan PT Antaredja terkait integrated tunnel dengan waktu tiga tahun membuat kajian.
Ini proyek Pak Jokowi yang cukup baik,” ungkapnya. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai proyek pembangunan integrated tunnel yang pernah diwacanakan pada kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) merupakan terobosan besar dalam penanganan banjir dan macet di Jakarta.
Baca Juga: Sri Mulyani: Pemerintah Butuh Lebih dari Rp5.400 Triliun untuk Bangun Infrastruktur
Menurut dia, permasalahan banjir dan macet memang membutuhkan sebuah terobosan besar di luar pengintegrasian antarmoda dan normalisasi sungai. Kendati demikian, politikus PDI Perjuangan itu meminta agar kajian perencanaan integrated tunnel dan rencana peraturan daerah (raperda) pemanfaatan ruang bawah tanah dapat diselesaikan sebelum semuanya dibangun dan dioperasikan.
“Kalau memang kajiannya sudah ada, ya harus dipelajari lagi oleh Pemprov DKI sehingga tidak keluar dari rencana pembangunan yang sudah ada,” ungkapnya. Selain itu, lanjut Yuke, proyek integrated tunnel yang juga merupakan bagian dari enam ruas tol dalam kota harus benar-benar dapat saling terintegrasi dan menguntungkan Pemprov DKI.
Jangan sampai, kata dia, Jakarta hanya menjadi tempat lalu lalang kendaraan pribadi yang keluar-masuk dari daerah mitra. “Pada prinsipnya, kami mendukung pembangunan untuk mengurai kemacetan. Tetapi harus dipikirkan jangka panjangnya. Jangan sampai Jakarta cuma dapat asap dan macet dari kendaraan pribadi enam ruas tol dalam kota,” ujarnya.
Malaysia Sudah Membangun
Sudah ada banyak negara yang telah membangun integrated tunnel untuk mengurangi kemacetan dan banjir. Salah satunya adalah Terowongan Stormwater Management and Road Tunnel (SMART Tunnel) beroperasi di Kuala Lumpur, Malaysia yang berfungsi sebagai pengendali banjir dan jalan raya.
Terowongan sepanjang 9,7 km itu merupakan jaringan drainase banjir terpanjang di Asia Tenggara dan kedua terpanjang di Asia. Tujuan utama terowongan ini ialah menyelesaikan masalah banjir singkat di Kuala Lumpur dan mengurangi kemacetan lalu lintas di sepanjang Jalan Sungai Besi dan Loke Yew di Pudu saat jam sibuk.