JAKARTA –Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri kecil dan menengah (IKM) nasional dapat tumbuh di atas 10% pada tahun 2018. Target ini di atas pertumbuhan IKM sepanjang 2017 yang diproyeksikan berada di kisaran 9%.
“Guna mencapai sasaran tersebut, kami berkomitmen dan fokus untuk semakin meningkat kan daya saing dan produktivitas IKM, salah satunya melalui kegiatan e-Smart IKM,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam siaran persnya, kemarin.
Baca Juga: Impor Bahan Baku untuk Industri Kecil Menengah Dipermudah
Gati menjelaskan, program e-Smart IKM yang digagas Kemenperin ini merupakan sistem berbasis data yang meliputi sentra dan produk IKM tersaji secara terintegrasi dengan marketplace lokal.
Melalui e-Smart IKM, Kemenperin berupaya mempermudah dan memperluas akses pasar IKM melalui pemasaran online. Selain itu, diharapkan pula mampu meningkatkan keunggulan IKM di kancah domestik dan global karena memperoleh ketersediaan bahan baku, teknologi, dan modal. “Hingga saat ini kami telah bekerja sama dengan Bukalapak, Blanja, Tokopedia, Blibli, dan Shopee,” ujarnya. Menurut Gati, program ini juga memberikan panduan bagi pengambil kebijakan dalam pelaksanaan fungsi pembinaan IKM yang lebih terpadu dan tepat sasaran.