6. IKM Siap Go-Online
IKM mulai masuk dan bekerja sama dengan situs belanja online. Hal itu menjadi sinyal bahwa IKM mulai mengikuti perubahan zaman dengan mulai masuk ke konsep industri digital. Di mana, Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa sudah melakukan MoU dengan salah satu situs belanja online Indonesia. Beberapa situs belanja online yang sedang dilakukan penjajakan, antara lain Lazada, Tokopedia, dan blibli.com. Selain itu, ia juga mengatakan produk yang dijual melalui internet ini memiliki kriteria sendiri, yang terutama produk siap jual dengan memiliki merek dan kemasan yang baik.
7. UMKM Dapat Perangi Kemiskinan
Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, memiliki tenaga kerja sekitar 117,68 juta orang. Menurut data Kementerian Koperasi, dan UKM, 96,87% dari jumlah tersebut bekerja di sektor UMKM, dengan sumbangan terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 60,34%. Dengan begitu, UMKM memberi kontribusi sangat besar terhadap ekonomi Indonesia dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 114 juta orang di hampir 58 juta unit usaha. Keberhasilan UMKM mengembangkan usaha dengan meningkatnya kapasitas produksi dan luasnya pasar, mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak sehingga berdampak besar dalam upaya pengurangan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
8. Hanya 9% UMKM Manfaatkan Internet
Berdasarkan riset Deloitte tahun 2016, hanya 9% dari 57,9% juta UMKM yang serius menjual produk melalui jejaring sosial yang terintegrasi maupun platform e-commerce. Sementara, 37% pelaku UMKM sama sekali tidak memiliki akses internet, baik melalui komputer maupun smartphone. Sedangkan, 36% UMKM lainnya memiliki akses internet, namun tidak digunakan untuk penjualan produk. Sementara, 18% lainnya hanya menggunakan jejaring media sosial untuk penjualan produk.
(Fakhri Rezy)