PANGKALPINANG - Banyak potensi pertanian yang bisa dikembangkan di Bangka Belitung (Babel). Seperti yang dilakukan oleh Hera salah satu pelaku UMKM yang memilih bahan buah jeruk kunci untuk dikembangkan menjadi minuman segar yakni sirup sari buah Jeruk Kunci bernama Mirrando.
Pilihan ini tak terlepas dari keunggulan yang dimiliki daerah Bangka, karena memang sudah sejak lama membudidayakan jeruk kunci melalui pertanian. Namun tidak ada pengelolaan komprehensif terhadap produk yang dihasilkan.
Hera menceritakan idenya pertama kali muncul karena di Babel banyak sekali pohon jeruk kunci, jeruk yang biasa digunakan sebagai jeruk sambel. Makanya dikembangkan menjadi minuman, karena harga buahnya relatif murah, dan mudah didapat.
"Buah jeruk kunci kan banyak di sini, selain harganya murah, mudah didapat bahkan kita sendiri pun bisa menanamnya. Makanya ide itu muncul untuk membuat usaha sirup jeruk kunci khas Bangka Belitung," ujarnya ditemui Okezone di kediamannya di Pangkalpinang.
Hera pun menjelaskan proses pembuatannya kepada Okezone, dimulai dari mencuci buah jeruk kunci, lalu diiris, jeruk kemudian diperas yang masih menggunakan alat bantu manual sehingga kualitas tetap terjaga dan higienis.
Untuk komposisi bahan seperti air, gula pasir putih, dan sari jeruk kunci yang sudah diperas. Bahan dicampur menjadi satu kemudian dimasak, diaduk hingga rata, proses memasak selesai lalu dituangkan ke dalam wadah untuk menyaring sari jeruk kunci.
"Selanjutnya proses pendinginan sekira 30 menit, jika sudah dingin kita masukan ke dalam kemasan botol berukuran 30 mm, lalu penempelan label brand Mirrando dan siap dipacking. Bahan yang digunakan ini semuanya masih murni sari buah jeruk yang didapat bekerjasama dengan pertanian," tuturnya.
Menyoal produksi, kata Hera awalnya dalam skala kecil ke toko-toko, untuk kebutuhan bazar dan kunjungan tokoh daerah atau luar daerah, lama kelamaan banyak permintaan (repeat order) usai konsumen mencobanya. Satu botol (biangnya) sirup harga distributor Rp15.000, tetapi kalau sudah di toko-toko bisa dijual Rp17.000 tergantung si penjualnya.
Sedangkan untuk kemasan siap minum ada dua varian rasa original dan rasa sinmoi varian ini sampai sekarang banyak peminatnya karena rasanya unik. "Dalam sehari kita mampu menjual 180 botol kemasan, dan alhamdulillah sekali produksi langsung habis. Produksi pemasaran khususnya di Bangka kawasan Kota Pangkalpinang, Toboali, Belinyu, Sungailiat, Koba. Kalau luar daerah di Jakarta, Depok, Tegal, dan Lampung. Seminggu itu tiga kali produksi," sambung dia.
Ibu dengan dua anak ini mengungkapkan, buah jeruk kunci hanya dipanen dan dijual dalam bentuk yang masih segar. Atas dasar itu, perlu membangun industri kecil guna memberikan nilai tambah pada potensi buah satu ini. Misalnya dengan membuat minuman kemasan yang bernilai cita rasa berbeda.