Kawasan Industri Terpadu untuk Perawatan Pesawat di Indonesia Mendesak Direalisasikan

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis
Selasa 30 Januari 2018 13:16 WIB
Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone
Share :

JAKARTA - Perusahaan konsultan penerbangan asal Indonesia, CSE Aviation kembali mengadakan acara Aviation Business Gathering 2018. Dalam acara ini dihadirkan berbagai macam stakeholder dengan tema highlight industry aviation, profesional analysis and opinion.

Baca Juga: British Airways Beli Maskapai Bangkrut Asal Austria

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, Indonesia sangat membutuhkan suatu kawasan industri yang fokus untuk memproduksi bagian dari transportasi udara.

"Industri yang berkaitan dengan transportasi udara ini mempunyai peran yang sangat luas, di samping industri ini adalah capital intensif, sehingga industri ini menjadi prioritas untuk dikembangkan mengingat Indonesia negara kepulauan," ungkapnya di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Baca Juga: Kemenhub Ingatkan Perusahaan Penerbangan Kurangi Delay saat Musim Liburan

Menurutnya, saat ini belum ada kawasan terpadu yang khusus untuk perawatan alat transportasi udara. Oleh karenanya dia ingin nantinya Indonesia memiliki hal tersebut agar dunia bisa melihat bahwa Indonesia sebagai negara besar bisa merawat alat transportasi udaranya dengan baik.

"Kita harus mandiri di bidang industri alat transportasi udara tapi jangan lupa kita harus mandiri dari SDM-nya jangan sampai kita seperti negara-negara kecil yang resources -nya terbatas. Kita negara besar yang reources nya melimpah dan kita sadari itu. Bagaimana kita membangun, sama-sama tentunya kita membutuhkan kebersamaan," jelasnya.

Baca Juga: Rute Penerbangan Perintis dari Timika Bakal Ditambah

Selain itu dia mengatakan, pertumbuhan airlines (maskapai penerbangan) RI semakin lama semakin besar. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memang bagian dari pertumbuhan maskapai di dunia.

"Dalam ekonomi forum, mereka semua juga sepakat bahwa pertumbuhan dunia yang besar lainnya adalah faktor China, Apec, Asia Pasific sehingga kita harus sadari bahwa industri airlines ini akan tumbuh sangat besar dan itu butuh dukungan dari sisi regulasi, dukungan dari sisi teknologi dan sebagainya. Jangan sampai pertumbuhan yang pesat ini menimbulkan semacam kesalahpahaman, jadi kita hanya berusaha mengatasi dari sisi jasanya saja, padahal faktornya banyak sekali," tukasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya